Category Archives: Tips

Cara Mendidik Si Kecil Agar Peduli Lingkungan

foto-artikel-cara-mendidik-si-kecil-agar-peduli-lingkungan

Sadar lingkungan dan mencintai bumi perlu ditanamkan sejak dini pada anak. Ini termasuk investasi penting untuk tumbuh kembangnya, loh. Berikut ini 5 cara mudah mengajarkan anak peduli lingkungan.

 

1. Jadilah teladan
Anak meniru orangtuanya. Jadi, jangan harap anak biasa membuang sampah pada tempatnya jika Anda membuang kertas pembungkus makanan melalui jendela mobil ke jalan raya. Jadi, perbaiki diri sendiri baru anak akan mencontoh.

 

2. Sediakan tempat sampah dengan warna mencolok
Ajari anak untuk membuang sampah di tempatnya. Biasakan punya tiga tempat sampah yang berbeda fungsi. Yaitu sampah basah, sampah kering, dan sampah barang kimia. Ajak anak berkerasi seru dengan tempat sampah. Misalnya dengan membiarkan ia menggambar atau melapisi tempat sampah dengan warna yang ia suka. Jelaskan fungsinya.

 

3. Gunakan listrik secukupnya
Perbaiki tata ruang rumah Anda sehingga sirkulasi udara menjadi lebih baik. Ajarkan anak untuk tidak boros listrik. Misalnya dengan mengajaknya membaca atau mewarnai ketimbang menonton acara televisi ataupun main video games.

 

4. Bawa bekal makanan dan minuman
Membawakan bekal makanan dan minuman sendiri untuk anak, merupakan cara untuk mengurangi sampah kemasan. Beritahu anak bahwa plastik sangat sulit terurai. Jadi, jika ia membawa sendiri makanan dan minuman, ia tidak perlu jajan dan tidak perlu menggunakan sampah plastik.

 

5. Sayang hewan dan tumbuhan
Ajari anak mengasihi hewan dan tumbuhan. Jika memungkinkan, biarkan ia memiliki binatang peliharan. Sebaiknya tidak perlu beli, cukup adopsi saja. Banyak sekali kucing dan anjing yang butuh dipelihara. Ajak juga anak untuk berkebun kecil-kecilan di halaman belakang ataupun sekadar menanam tomat di pot. Libatkan ia untuk bertugas menyiram tanaman pada hari hari tertentu. Cara ini akan memupuk kepeduliannya terhadap hewan dan tumbuhan yang menjaga keseimbangan bumi.

 

6. Kenali lingkungan
Anak-anak perlu banyak bergerak. Karena itu jangan segan mengajaknya bersepeda bersama atau sekadar piknik kecil di taman dekat rumah. Hiburan ini lumayan efektif untuk komunikasi Anda dan anak, ketimbang mengajaknya pergi ke mal. Beritahu nama-nama pohon yang Anda tahu. Ceritakan bagaimana pohon bisa menetralisir polusi asap knalpot kendaraan. Ajak si kecil menggambar pohon yang Anda kisahkan 🙂

Program ORORI Register & Win Logam Mulia

Belakangan saya lagi cari informasi soal Logam Mulia (sebutan dari emas
batangan 24 karat) . Yup lagi belajar investasi, saya juga harus mencari tahu plus minus nya dooong..
Semua website distributor emas saya buka hihi, termasuk ORORI

 

Saya lupa tepatnya kapan register di website ORORI
mungkin sekitar 3-4 bulan lalu 🙂
sebelum pengundian hadiah bulan september saya terima email pemberitahuan kalau 2 hari lagi akan di undi ORORI Register & Win
saya langsung delete email, hehehe karena waktu itu saya register memang buat cari informasi
Selain itu kalo ngintip koleksi Wedding Rings nya tuh bikin mupeng deh <3 <3

Hadiah Logam Mulia 1 Gram

Hadiah Logam Mulia 1 Gram

 

2 hari kemudian terima lagi email yang isinya tuh begini:

 

Email Notifikasi dari ORORI

Email Notifikasi dari ORORI

 

Alhamdulillah September lalu saya jadi pemenang undian ORORI Register & Win Periode 8
Hadiahnya 1 gram Logam Mulia
Lumayan banget kan ya buat nambahin tabungan investasi emas saya 😀
Ini sih namanya iseng-iseng berhadiah…

 

Pemenang ORORI Register & Win September 2014

Pemenang ORORI Register & Win September 2014

 

Nyari toko online Logam Mulia dan Perhiasan atau Cincin Kawin terpecaya dan informasi produk sedetil mungkin?
ORORI ajaaa..

Atau mau mencoba keberuntungan juga kayak saya?
Yuk buruan register, hadiahnya di undi setiap bulannya lhoo
Kamu punya kesempatan memenangkan 1 gram atau 10 gram Logam Mulia!

 

Makasih yaaa ORORI 🙂

Mencegah Agar Anak Tidak Manja

Mencegah Agar Si Kecil Tidak Manja
Banyak orang tua tersiksa karena balita yang manja. Mereka merengek untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kalau ini terjadi di tempat umum, biasanya orang tua gampang menyerah dengan memberikan keinginan si anak, hehehe…

 

Hati-hati, sikap ini bisa terpupuk hingga dewasa lhoo buibu. Anda tidak mau kan si kecil tumbuh menjadi manja sepanjang usia?

 

 

1. Kompak

Anak manja berawal dari orang tua yang tidak bisa menjadi pemimpin dalam keluarga. Ingat, anak meniru orang tua. Kalau tak ingin anak manja, siapkan diri menjadi orang tua yang berkomitmen untuk tidak memanjakan anak ya buibu. Dalam hal ini, ayah dan ibu harus kompak dan satu suara. Tidak boleh ada keputusan yang berbeda antara ayah dan ibu. Sepakat? 😉

 

2. Komitmen

Anak usia balita itu senang mengecek sampai mana ia bisa “berkuasa”. Gak heran kalau anak balita kerap kali manipulatif. Tangisan, rengekan hingga sikap dramatis di swalayan hati-hati buibu itu bagian dari taktik, hehe. Kalau hal ini terjadi, jangan panik. Tetaplah teguh memegang keputusan untuk enggak memberikan mainan yang ia inginkan karena si kecil sudah punya banyak mainan.

 

3. Komunikasi

Komunikasikan dengan jelas apa yang Anda harapkan dari si kecil. Misalnya, Anda ingin si kecil bisa membereskan mainannya sendiri. Maka bicaralah dengan jelas apa yang Anda inginkan. Beritahu si kecil alasan kenapa ia harus mengerjakan tugasnya. Tidak perlu galak yaaa, tapi tegas.

 

4. Konsisten

Kalau Anda memutuskan balita boleh bermain games konsol hanya satu jam per hari, maka konsisten lah dengan aturan itu. Begitu juga dengan aturan yang Anda buat untuk diri Anda. Biasakan punya agenda keluarga yang bisa dilihat oleh setiap anggota keluarga. Kalau minggu ini tugas ibu untuk membersihkan dapur, maka lakukan. Dari situ anak akan melihat Anda. Anak akan mengikuti dan mencontoh apa yang Anda kerjakan/lakukan, bukan sekedar apa yang Anda ucapkan lho buibu qiqiqi 😀

 

5. Jangan menyuap

Jangan “nyogok” anak, maaf ini bukan cara yang tepat buibu 🙁

Misalnya saat dia berulah dengan menangis kencang super dramatis di toko serba ada, Anda tidak boleh membujuknya dengan cara menyuap. Jangan pernah berkata “Diem yuk, nanti Ibu belikan pizza.” Cara ini akan mengajarkan anak bahwa ia bisa menggunakan trik cengeng untuk mendapatkan keinginannya sekaligus mengajarkan pada anak hal yang kurang baik.

 

Semoga tips dan saran ini bermanfaat yaa buibu 🙂

Tips Memilih Bisnis MLM yang Tepat

Bisnis MLM

Bisnis MLM memang memiliki daya tarik yang luar biasa tidak hanya bagi ibu rumah tangga, para pria juga lhoo. Meskipun sih, ga sedikit pula yang menganggap bisnis MLM ini sebagai bisnis tipu-tipu yang hanya mengumbar mimpi dan kemewahan.  Apalagi di tengah-tengah maraknya bisnis MLM, ada sebagian pihak yang menyalahgunakan bentuk bisnis ini untuk mengeruk keuntungan pribadi lewat cara money game 🙁

 

Oleh karena itu kalo Anda termasuk salah satu orang yang siap untuk jadi pelaku bisnis MLM, Anda harus memperhatikan beberapa tips berikut ini nih untuk menentukan bagaimanakah MLM yang tepat untuk diikuti 🙂

 

 

 

 

Hal pertama, cari tahu apakah MLM yang akan Anda ikuti sudah terdaftar sebagai anggota APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia) dan memiliki SIUPL. Perusahaan MLM yang udah terdaftar sebagai anggota APLI maka telah memenuhi persyaratan dan mendapat sertifikasi sehingga aman untuk diikuti.

 

Kedua, kenali produk yang diperdagangkan oleh MLM tersebut. Kalo produk yang diperdagangkan berupa obat-obatan, kosmetik ataupun makanan, maka periksa dulu yaaa keamanannya apakah sudah terdaftar dalam BPOM. Pilihlah pula MLM dengan produk yang telah teruji hasilnya melalui testimoni para pemakainya.

 

Ketiga, kenali marketing plannya. Pilihlah MLM yang menawarkan marketing plan yang fair kepada setiap membernya dan bukan hanya memberikan keuntungan kepada member di posisi teratas saja, karena akan sulit buat yang baru saja bergabung untuk mengejar posisi yang terlebih dulu gabung.

 

Keempat, kalo Anda memilih MLM dengan sistem tutup poin, maka pilihlah jumlah nominal tutup poin yang tidak menguras  isi kantong. Pilihlah MLM dengan produk yang dibutuhkan oleh keluarga dan lingkungan Anda serta memiliki nilai jual yang relatif terjangkau sehingga memudahkan Anda dalam menutup target bulanan. Hehe maklum ibu rumah tangga seperti saya ini pengennya sih yang juga dibutuhkan dirumah dan keluarga…

 

Kelima, pilihlah MLM yang keanggotaanya bersifat bisa diwariskan. Kenapa? pastinya ingin memberikan “sesuatu” untuk keluarga tercinta atas apa yang kita kerjakan selama ini 🙂

 

Yang terakhir, pilihlah upline yang telah terbukti sukses dan terpercaya. Upline yang membantu Anda dalam mengembangkan bisnis tersebut sehingga Anda akan lebih mudah dalam mempelajari sistem dan kinerja MLM tersebut.

 

Pada dasarnya bisnis MLM ga ada bedanya dengan bisnis-bisnis lainnya, pelaku bisnis MLM juga diwajibkan memiliki mental pengusaha yang pantang menyerah, konsisten, mau belajar langkah demi langkah dan mau bekerja keras untuk bisa meraih bonus-bonus yang dijanjikan.

 

Semoga sharingnya bermanfaat yaaa 🙂